Selasa, 19 Juni 2012

MANAJEMEN PEMASARAN


MANAJEMEN PEMASARAN

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Pelajaran “Pengantar Manajemen”
Dosen Pengampu
LUHUR PRASETYO. M.E.I
Disusun Oleh :
1.      Ari Cahyo Harianto
2.      Siti Khamidiyah

JURUSAN SYARI’AH
PROGRAM STUDI MUAMALAH. C
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( STAIN ) PONOROGO
2011


PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kebutuhan manusia di dunia ini bermacam – macam jenisnya, yang tidak semua dapat dipenuhi secara bersamaan. Selain dalam pemenuhan kebutuhan manusia juga berinteraksi dengan makhluk lain baik dalam hal apa saja. Dengan adanya interaksi ini maka timbullah kebutuhan manusia untuk hidup yang dengan kata lain merupakan kebutuhan ekonomi.
Untuk memenuhi kebutuhannya, mustahil manusia dapat menciptakan sendiri tanpa bantuan seseorang. Andaikata manusia sebagai seorang konsumen maka ia membutuhkan seorang produsen untuk menyediakan berbagai macam kebutuhannya. Tetapi pada dasarnya seorang produsen juga tidak dapat secara langsung memberikan produk yang dihasilkannya kepada konsumen, sehingga dia perlu adanya seorang distributor / penyalur dan pemasar dari produknya.
Distributor / pemasar adalah seseorang yang menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.  Sedangkan Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi, yang mana setiap kelompok / individu dapat memperoleh semua yang mereka inginkan. Sedangkan para produsen dapat menigkatkan perkembangan produksinya.
B.       Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari pemasaran ?
2.      Bagaimana mengelola pemasaran yang baik ?
3.      Apa factor-faktor yang mempengaruhi sebuah pemasaran?






PEMBAHASAN
A.      Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang yang dengan berbagai alasan berhasrat untuk mempengaruhi atau mengubah perilaku tersebut, termasuk orang yang kepentingan utamanya adalah pemasaran. Tidak mengherankan jika studi tentang perilaku konsumen ini memiliki akar utama dalam bidang ekonomi dan terlebih lagi dalam pemasaran.
Dengan demikian, perilaku konsumen menurut Engel (1994) adalah sebagai berikut :
Perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.[1]
Subyek ini dapat diancangi dari beberapa prespektif, yaitu : pengaruh konsumen, menyeluruh dan antarbudaya.
Penelitian terhadap motivasi dan perilaku konsumen mendapat arti dalam masyarakat komtemporer di dunia. Ada pula perspektif yang lebih menyeluruh dan memfokuskan pada upaya studi konsumsi untuk mengerti bagaimana manusia berpikir dan berperilaku dalam kegiatan hidup. Pemasar yang berusaha mempengaruhi perilaku konsumen terletak pada premis konsumen adalah raja, motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian, perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasive yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu serta pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara social asalkan pengamanan hukum, etika, dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi.

B.       Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Factor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang nerusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai berbagai macam kelompok sosial untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain.[2] (Koller, 1997)
Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan permintaan (demands).[3]
Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebutdapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bisa diartikan sebagai usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual.
Sedangkan pengertian manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.
Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Dalam kegiatan initerdapat fungsi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. Tahap perencanaan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungandan kesuksesan suatu organisasi pemasaran. Proses perencanaan merupakan suatu proses yang selalu memandang ke depan atau kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan program, kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran.[4]

C.    Pengertian Segmentasi Pasar
     Pasar terdiri atas pembeli dan pembeli berbeda dalam banyak hal. Pasar dapat dibedakan atau disegmentasikan dalam berbagai cara. Pasar bisa diartikan sebagai orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Adapun istilah segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai berikut:
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen (Swasta, 1996).
 Segmentasi pasar ini merupakan suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen. Falsafah ini menunjukan usaha untuk meningkatkan ketepatan penetapan sasaran dari suatu perusahaan. Segmen pasar ini dapat dibentuk dengan banyak cara yang  mengacu pada gaya hidup. Ada beberapa pola berbeda yang akan muncul dalam melakukan segmenatasi pasar ini, yaitu : preferesi homogen, preferensi yang tersebar dan preferensi terkelompok
Dengan menyatukan program pemasaran yang ditujukan kepada segmen-segmen pasar yang dituju, manajemen dapat melaksanakan pemasaran dengan lebih baik dan dapat menggunakan sumberdaya pemasaran secara efisien. Segmentasi pasar dapat membantu manajemen dalam hal menyalurkan uang dan usaha ke pasar yang paling menguntungkan, merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar, menentukan cara-cara promosi yang paling efektif, memilih media promosi dan publikasi serta  mengatur waktu yang sebaik-baiknya.
Dalam melakukan segmentasi pasar ini juga perlu suatu alasan yang cukup baik, misalnya, adanya pasar yang bersifat dinamis dan adanya pasar untuk suatu produk tertentu. Akan tetapi tidak semua segmentasi pasar yang dilakukan efektif. Dengan demikian perlu suatu upaya agar segmentasi pasar yang dilakukan itu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan dalam melakukan segmentasi, diantaranya : dapat diukur dalam jumlah besar, dapat diakses dengan mudah, bisa dibedakan serta dapat diambil tindakan.
Perusahaan yang mengidentifikasi segmen pasarnya harus bisa mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan berapa banyak segmen yang akan dimasuki.  Ada dua factor penting yang mesti diperhatikan dalam melakukan evaluasi segmen pasar, yaitu  daya tarik segmen secara keseluruhan dan sumber daya perusahaan. Setelah evaluasi dilakukan, perusahaan kemudian mengambil keputusan seberapa banyak segmen yang akan dilayani. Pada tahap evaluasi, ada berapa hal tambahan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memilih segmen yaitu pilihan etika atas pasar sasaran, interelasi dan segmen-super, rencana serangan segmen per segmen dan kerjasama antarsegmen.



D.      Konsep Pemasaran
Suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus bisa menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Ini menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang baik.
Falsafah konsep pemasaran bartujuan untuk memberikan kepuasaan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.[5]
Dari definisi ini, perusahaan memiliki konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalam jangka panjang. Konsep pemasaran juga mengatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhsn pasar sasaran. Ada tiga hal penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran :
1.      Orientasi konsumen
Jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen, maka:
a)      Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani atau dipenuhi
b)      Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan
c)      Menentukan produk dan program pemasaran
d)     Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka
e)      Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik
2.    Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan
Cara penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi dapat menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran yaitu manajer pemasaran.


3.    Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen
Tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profil dan laba. Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Banyak perusahaan yang mempunyai tujuan lain disamping laba, yaitu dengan menggunakan konsep ini maka hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan.

E.     Faktor – faktor Yang Mempengaruhi  Pemasaran
1.    Lokasi Usaha
Menentukan lokasi usaha sesuai konsumen mampu / mudah untuk menjangkaunya / mendapatkan kebutuhannya tersebut.
2.    Kualitas Produk
Produk mempunyai kualitas yang baik, sesuai pengakuan dari pihak yang berwenang jika itu merupakan produk makanan atau minuman.
3.    Harga Jual
Dalam menentukan harga sebuah produk harus standart sesuai kehidupan para konsumen.
4.    Pelayanan Pemasaran
 Dalam pemasaran agar berjalan sesuai keinginan dipengaruhi juga oleh pelayanannya. Jika pelayanannya baik dan memuaskan maka produk yang ditawarkan akan meningkat, begitu juga sebaliknya.
5.    Jenis produk yang akan di pasarkan
Produk yang ditawarkan merupakan barang atau jasa yang sangat dibutuhkan oleh konsumen.
6.    Merek dan desain produk
Merek barang serta desain dari produk tersebut dibuat menarik agar konsumen tertarik untuk membeli.  
7.    Label
Produk mempunyai label yang khusus sudah diakui supaya tidak ada unsure manipulasi dari pihak tidak bertanggung jawab.
8.    Diskon harga promosi
Sebagai pengenalan produk baru yang pertama dengan melakukan harga promosi terhadap konsumen agar mereka tertarik untuk membeli.
9.    Iklan
F.     Metode Pendekatan Konsumen
Berbagai cara yang harus dilakukan oleh sebuah pemasar / distriburor yaitu mengumpulkan informasi dari konsumen. Ada tiga metode pengumpulan informasi konsumen, yaitu metode observasi, eksperimrn dan survei.
1.    Metode Observasi
Salah satu mempelajari konsumen adalah dengan mengobservasi perilakunya yang tampak, misalnya mengamati kebiasaan konsumen membeli produk merek tertentu, sikap dan penilaian konsumen terhadap suatu produk atau merek, jenis-jenis produk yang paling disukai oleh konsumen.[6]
2.    Metode Eksperimen
Metode ini ‘merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengadakan eksperimen atau percobaan terhadap suatu situasi misalnya mengukur pengaruh situasi khusus terhadap sikap  dan perilaku pembeli, menentukan apakah besar kecilnya ukuran iklan ada pengaruhnya terhadap perhatian konsumen, menentukan variabel-variabel yang mempengaruhi keputusan membeli. Metode eksperimen terdiri dari ekksperimen laboraturium dan eksperimen lapangan.
a.    Eksperimen Laboraturium
Percobaan yang dilakukan di laboraturium adalah untuk mengontrol variable-variabel dari luar, misalnya mengadakan percobaan terhadap kesukaan konsumen meminum minuman Pepsi, Coke, dan Royal Crown Cola. Sebenarnya ketiga minuman ini sama, tetapi menggunakan merk botol yang berbeda.
b.    Eksperimen Lapangan
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui respon konsumen terhadap suatu produk, merek baru yang diperkenalkan atau dipasarkan. Dapat juga mengetahui harga, iklan terhadap pemasaran produk atau merek baru.
3.    Metode survey
Metode survvei merupakan metode pengumpulan data atau informasi konsumen dengan melakukan partisipasi secara aktif.
Ada tiga tekhnik dalam metode survey, yaitu wawancara pribadi (personal interview), survey melalui telepon (telephone surveys) dan survey melalui surat (mail surveys).
Tujuan survey adalah untuk  mendapat informasi mengenai tanggapan dan penilaian konsumen terhadap suatu produk, merek dan pelayanan yang perlu mendapat perhatian perusahaan. Dengan adanya survey yang dilakukan dapat menjadikan sebuah perusahaan tau akan kebutuhan masyarakat, serta mempermudah para distributor / pemasar memperkenalkan produk yang dibawanya kepada masyarakat luas sesuai keinginan dari pihak konsumen maupun produsen serta distributor sendiri.[7]
Seorang pemasar juga harus tahu cara mempengaruhi seorang konsumen, sebab sifat dan karakter konsumen itu berbeda-beda. Mulai dari konsumen yang mempunyai sikap sabar, baik, angkuh, jarang humor, kalem, pemarah dan yang lainnya. Jika distributor / pemasar mengetahui berbagai cara pendekatan tersebut akan lebih mudah untuk berinteraksi dengan kosumen sehingga konsumen merasa nyaman dan mudah untuk menerima produk yang dibawanya. Semakin baik cara pendekatan terhadap konsumen akan semakin luas daerah pemasaran bagi produk yang akan ditawarkan.[8]
Berbagai cara pemasaran produk bisa melalui media cetak maupun media elektronik. Keuntungan pemasaran melalui media cetak dibandingkan media lainnya yaitu bahwa dengan menggunakan media cetak, audiene tidak terikat oleh waktu. Dia dapat membaca secara cepat / lambat, membaca berkali-kali atau melalui kalimat dan kata-kata yang tidak menarik perhatian.[9]

PENUTUP
Kesimpulan
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Pemasaran merupakan kegiatan untuk menyalurkan hasil produk dari seorang produsen kepada konsumen. Yang mana dalam kegiatan ini dapat dipengaruhi berbagai factor supaya produk yang di bawa bisa laku dan mendapatkan laba sesuai yang di inginkan. Factor-faktor tersebut adalah :
1.      Lokasi Usaha
Menentukan lokasi usaha sesuai konsumen mampu / mudah untuk menjangkaunya / mendapatkan kebutuhannya tersebut.
2.      Kualitas Produk
Produk mempunyai kualitas yang baik, sesuai pengakuan dari pihak yang berwenang jika itu merupakan produk makanan atau minuman.
3.      Harga Jual
Dalam menentukan harga sebuah produk harus standart sesuai kehidupan para konsumen.
4.      Pelayanan Pemasaran
 Dalam pemasaran agar berjalan sesuai keinginan dipengaruhi juga oleh pelayanannya. Jika pelayanannya baik dan memuaskan maka produk yang ditawarkan akan meningkat, begitu juga sebaliknya.
5.      Jenis produk yang akan di pasarkan
Produk yang ditawarkan merupakan barang atau jasa yang sangat dibutuhkan oleh konsumen.
6.      Merek dan desain produk
Merek barang serta desain dari produk tersebut dibuat menarik agar konsumen tertarik untuk membeli   
7.      Label
Produk mempunyai label yang khusus sudah diakui supaya tidak ada unsure manipulasi dari pihak tidak bertanggung jawab.
8.      Diskon harga promosi
Sebagai pengenalan produk baru yang pertama dengan melakukan harga promosi terhadap konsumen agar mereka tertarik untuk membeli.

DAFTAR PUSTAKA

_Dendawijaya, Luqman. Manajemen Perbankan. Bogor : Ghalia Indonesia, 2005
_Mangkunegara, Anwar Prabu. Perilaku Konsumen. Bandung : Refika Aditama, 1994
_S. Redmond ,Robert. Cara Merekrut Manajer Yang Baik Dan Cara Mempertahankan
  Mereka. Jakarta : Bumi Aksara, 1989
_Ton Kertapati, Dasar-dasar Publisistik dalam Perkembangannya di Indonesia menjadi ilmu
   Komunikasi. Jakarta: Bina Aksara, 1986





[1] Anwar Prabu Mangkunegara, Perilaku Konsumen (Bandung : Refika Aditama, 1994),  5
[2] www.wikipedia.pemasaran-ekonomi.com
[3] Ibid
[4] Luqman Dendawijaya, Manajemen Perbankan (Bogor : Ghalia Indonesia, 2005), 93
[5] www.wikipedia.pemasaran-ekonomi.com
[6] Anwar Prabu Mangkunegara, Teori Konsumen, 51
[7] Ibid, 53
[8] Ton Kertapati, Dasar-dasar Publisistik dalam Perkembangannya di Indonesia menjadi ilmu komunikasi (Jakarta:Bina Aksara, 1986), 104
[9] Robert S. Redmond, Cara Merekrut Manajer Yang Baik Dan Cara Mempertahankan mereka (Jakarta : Bumi
   Aksara, 1989).,43

0 komentar:

CAH LAMPOENG