MANAJEMEN
PEMASARAN
Mata
Pelajaran “Pengantar Manajemen”
Dosen
Pengampu
LUHUR
PRASETYO. M.E.I
Disusun
Oleh :
1. Ari Cahyo Harianto
2. Siti Khamidiyah
JURUSAN
SYARI’AH
PROGRAM
STUDI MUAMALAH. C
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(
STAIN ) PONOROGO
2011
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebutuhan manusia di dunia ini
bermacam – macam jenisnya, yang tidak semua dapat dipenuhi secara bersamaan. Selain
dalam pemenuhan kebutuhan manusia juga berinteraksi dengan makhluk lain baik
dalam hal apa saja. Dengan adanya interaksi ini maka timbullah kebutuhan
manusia untuk hidup yang dengan kata lain merupakan kebutuhan ekonomi.
Untuk memenuhi kebutuhannya,
mustahil manusia dapat menciptakan sendiri tanpa bantuan seseorang. Andaikata
manusia sebagai seorang konsumen maka ia membutuhkan seorang produsen untuk
menyediakan berbagai macam kebutuhannya. Tetapi pada dasarnya seorang produsen
juga tidak dapat secara langsung memberikan produk yang dihasilkannya kepada
konsumen, sehingga dia perlu adanya seorang distributor / penyalur dan pemasar
dari produknya.
Distributor / pemasar adalah
seseorang yang menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Sedangkan Pemasaran adalah salah satu
kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi, yang
mana setiap kelompok / individu dapat memperoleh semua yang mereka inginkan.
Sedangkan para produsen dapat menigkatkan perkembangan produksinya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari pemasaran ?
2. Bagaimana mengelola pemasaran yang baik
?
3. Apa factor-faktor yang mempengaruhi
sebuah pemasaran?
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen memiliki
kepentingan khusus bagi orang yang dengan berbagai alasan berhasrat untuk
mempengaruhi atau mengubah perilaku tersebut, termasuk orang yang kepentingan
utamanya adalah pemasaran. Tidak mengherankan jika studi tentang perilaku
konsumen ini memiliki akar utama dalam bidang ekonomi dan terlebih lagi dalam
pemasaran.
Dengan demikian, perilaku konsumen
menurut Engel (1994) adalah sebagai berikut :
Perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung
terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa,
termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.[1]
Subyek ini dapat diancangi dari beberapa
prespektif, yaitu : pengaruh konsumen, menyeluruh dan antarbudaya.
Penelitian terhadap motivasi dan
perilaku konsumen mendapat arti dalam masyarakat komtemporer di dunia. Ada pula
perspektif yang lebih menyeluruh dan memfokuskan pada upaya studi konsumsi
untuk mengerti bagaimana manusia berpikir dan berperilaku dalam kegiatan hidup.
Pemasar yang berusaha mempengaruhi perilaku konsumen terletak pada premis
konsumen adalah raja, motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui
penelitian, perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasive
yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan
maksud tertentu serta pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara
social asalkan pengamanan hukum, etika, dan moral berada pada tempatnya untuk
mengekang upaya manipulasi.
B. Pemasaran
Pemasaran
adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan
nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa.
Factor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan
konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang nerusaha
menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai berbagai macam
kelompok sosial untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia
diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.
Pemasaran
adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan menciptakan, menawarkan
dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain.[2]
(Koller, 1997)
Definisi
pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs),
keinginan (wants) dan permintaan (demands).[3]
Manusia
harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu sebelum ia memenuhinya. Usaha
untuk memenuhi kebutuhan tersebutdapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu
hubungan. Dengan demikian pemasaran bisa diartikan sebagai usaha untuk
memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual.
Sedangkan
pengertian manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan
pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan barang dan jasa
untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan
organisasi.
Manajemen
pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Dalam kegiatan initerdapat
fungsi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan.
Tahap perencanaan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungandan
kesuksesan suatu organisasi pemasaran. Proses perencanaan merupakan suatu
proses yang selalu memandang ke depan atau kemungkinan masa akan datang
termasuk dalam pengembangan program, kebijakan dan prosedur untuk mencapai
tujuan pemasaran.[4]
C.
Pengertian
Segmentasi Pasar
Pasar
terdiri atas pembeli dan pembeli berbeda dalam banyak hal. Pasar dapat
dibedakan atau disegmentasikan dalam berbagai cara. Pasar bisa diartikan
sebagai orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja dan
kemauan untuk membelanjakannya. Adapun istilah segmentasi pasar dapat
didefinisikan sebagai berikut:
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar
yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen
pasar) yang bersifat homogen (Swasta, 1996).
Segmentasi pasar ini merupakan
suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen. Falsafah ini menunjukan usaha
untuk meningkatkan ketepatan penetapan sasaran dari suatu perusahaan. Segmen
pasar ini dapat dibentuk dengan banyak cara yang mengacu pada gaya hidup. Ada beberapa pola
berbeda yang akan muncul dalam melakukan segmenatasi pasar ini, yaitu :
preferesi homogen, preferensi yang tersebar dan preferensi terkelompok
Dengan menyatukan program pemasaran
yang ditujukan kepada segmen-segmen pasar yang dituju, manajemen dapat
melaksanakan pemasaran dengan lebih baik dan dapat menggunakan sumberdaya
pemasaran secara efisien. Segmentasi pasar dapat membantu manajemen dalam hal
menyalurkan uang dan usaha ke pasar yang paling menguntungkan, merencanakan
produk yang dapat memenuhi permintaan pasar, menentukan cara-cara promosi yang
paling efektif, memilih media promosi dan publikasi serta mengatur waktu yang sebaik-baiknya.
Dalam melakukan segmentasi pasar ini
juga perlu suatu alasan yang cukup baik, misalnya, adanya pasar yang bersifat
dinamis dan adanya pasar untuk suatu produk tertentu. Akan tetapi tidak semua
segmentasi pasar yang dilakukan efektif. Dengan demikian perlu suatu upaya agar
segmentasi pasar yang dilakukan itu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ada
beberapa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan dalam melakukan segmentasi,
diantaranya : dapat diukur dalam jumlah besar, dapat diakses dengan mudah, bisa
dibedakan serta dapat diambil tindakan.
Perusahaan yang mengidentifikasi
segmen pasarnya harus bisa mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan berapa
banyak segmen yang akan dimasuki. Ada dua factor penting yang mesti
diperhatikan dalam melakukan evaluasi segmen pasar, yaitu daya tarik
segmen secara keseluruhan dan sumber daya perusahaan. Setelah evaluasi
dilakukan, perusahaan kemudian mengambil keputusan seberapa banyak segmen yang
akan dilayani. Pada tahap evaluasi, ada berapa hal tambahan yang dapat
dijadikan pertimbangan untuk memilih segmen yaitu pilihan etika atas pasar
sasaran, interelasi dan segmen-super, rencana serangan segmen per segmen dan
kerjasama antarsegmen.
D. Konsep Pemasaran
Suatu
perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus bisa menjalankan konsep
pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Ini
menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan
dikelola dengan cara yang baik.
Falsafah
konsep pemasaran bartujuan untuk memberikan kepuasaan terhadap keinginan dan
kebutuhan konsumen. Falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan
konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup
perusahaan.[5]
Dari
definisi ini, perusahaan memiliki konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus
diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan
agar mendapat laba dalam jangka panjang. Konsep pemasaran juga mengatakan bahwa
kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para
pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan
kebutuhsn pasar sasaran. Ada tiga hal penting yang digunakan sebagai dasar
dalam konsep pemasaran :
1. Orientasi konsumen
Jika suatu
perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen, maka:
a) Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli
yang akan dilayani atau dipenuhi
b) Memilih kelompok pembeli tertentu
sebagai sasaran dalam penjualan
c) Menentukan produk dan program pemasaran
d) Mengadakan penelitian pada konsumen
untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku
mereka
e) Menentukan dan melaksanakan strategi
yang paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang
murah atau model yang menarik
2. Koordinasi dan integrasi dalam
perusahaan
Cara
penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi dapat menggunakan
satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran
yaitu manajer pemasaran.
3. Mendapatkan laba melalui pemuasan
konsumen
Tujuan
dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profil dan laba. Dengan laba tersebut
perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Banyak
perusahaan yang mempunyai tujuan lain disamping laba, yaitu dengan menggunakan
konsep ini maka hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki
yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan.
E. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Pemasaran
1.
Lokasi
Usaha
Menentukan
lokasi usaha sesuai konsumen mampu / mudah untuk menjangkaunya / mendapatkan
kebutuhannya tersebut.
2.
Kualitas
Produk
Produk
mempunyai kualitas yang baik, sesuai pengakuan dari pihak yang berwenang jika
itu merupakan produk makanan atau minuman.
3.
Harga
Jual
Dalam
menentukan harga sebuah produk harus standart sesuai kehidupan para konsumen.
4.
Pelayanan
Pemasaran
Dalam pemasaran agar berjalan sesuai keinginan
dipengaruhi juga oleh pelayanannya. Jika pelayanannya baik dan memuaskan maka
produk yang ditawarkan akan meningkat, begitu juga sebaliknya.
5.
Jenis
produk yang akan di pasarkan
Produk
yang ditawarkan merupakan barang atau jasa yang sangat dibutuhkan oleh
konsumen.
6.
Merek
dan desain produk
Merek
barang serta desain dari produk tersebut dibuat menarik agar konsumen tertarik
untuk membeli.
7.
Label
Produk
mempunyai label yang khusus sudah diakui supaya tidak ada unsure manipulasi
dari pihak tidak bertanggung jawab.
8.
Diskon
harga promosi
Sebagai
pengenalan produk baru yang pertama dengan melakukan harga promosi terhadap
konsumen agar mereka tertarik untuk membeli.
9.
Iklan
F.
Metode
Pendekatan Konsumen
Berbagai
cara yang harus dilakukan oleh sebuah pemasar / distriburor yaitu mengumpulkan
informasi dari konsumen. Ada tiga metode pengumpulan informasi konsumen, yaitu
metode observasi, eksperimrn dan survei.
1. Metode Observasi
Salah
satu mempelajari konsumen adalah dengan mengobservasi perilakunya yang tampak,
misalnya mengamati kebiasaan konsumen membeli produk merek tertentu, sikap dan
penilaian konsumen terhadap suatu produk atau merek, jenis-jenis produk yang
paling disukai oleh konsumen.[6]
2. Metode Eksperimen
Metode
ini ‘merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengadakan eksperimen atau
percobaan terhadap suatu situasi misalnya mengukur pengaruh situasi khusus
terhadap sikap dan perilaku pembeli,
menentukan apakah besar kecilnya ukuran iklan ada pengaruhnya terhadap perhatian
konsumen, menentukan variabel-variabel yang mempengaruhi keputusan membeli.
Metode eksperimen terdiri dari ekksperimen laboraturium dan eksperimen
lapangan.
a.
Eksperimen
Laboraturium
Percobaan
yang dilakukan di laboraturium adalah untuk mengontrol variable-variabel dari
luar, misalnya mengadakan percobaan terhadap kesukaan konsumen meminum minuman
Pepsi, Coke, dan Royal Crown Cola. Sebenarnya ketiga minuman ini sama, tetapi menggunakan
merk botol yang berbeda.
b. Eksperimen Lapangan
Percobaan
ini dilakukan untuk mengetahui respon konsumen terhadap suatu produk, merek
baru yang diperkenalkan atau dipasarkan. Dapat juga mengetahui harga, iklan
terhadap pemasaran produk atau merek baru.
3.
Metode
survey
Metode
survvei merupakan metode pengumpulan data atau informasi konsumen dengan
melakukan partisipasi secara aktif.
Ada
tiga tekhnik dalam metode survey, yaitu wawancara pribadi (personal interview),
survey melalui telepon (telephone surveys) dan survey melalui surat (mail
surveys).
Tujuan
survey adalah untuk mendapat informasi
mengenai tanggapan dan penilaian konsumen terhadap suatu produk, merek dan
pelayanan yang perlu mendapat perhatian perusahaan. Dengan adanya survey yang
dilakukan dapat menjadikan sebuah perusahaan tau akan kebutuhan masyarakat,
serta mempermudah para distributor / pemasar memperkenalkan produk yang
dibawanya kepada masyarakat luas sesuai keinginan dari pihak konsumen maupun
produsen serta distributor sendiri.[7]
Seorang
pemasar juga harus tahu cara mempengaruhi seorang konsumen, sebab sifat dan
karakter konsumen itu berbeda-beda. Mulai dari konsumen yang mempunyai sikap
sabar, baik, angkuh, jarang humor, kalem, pemarah dan yang lainnya. Jika
distributor / pemasar mengetahui berbagai cara pendekatan tersebut akan lebih
mudah untuk berinteraksi dengan kosumen sehingga konsumen merasa nyaman dan
mudah untuk menerima produk yang dibawanya. Semakin baik cara pendekatan
terhadap konsumen akan semakin luas daerah pemasaran bagi produk yang akan
ditawarkan.[8]
Berbagai
cara pemasaran produk bisa melalui media cetak maupun media elektronik.
Keuntungan pemasaran melalui media cetak dibandingkan media lainnya yaitu bahwa
dengan menggunakan media cetak, audiene tidak terikat oleh waktu. Dia dapat
membaca secara cepat / lambat, membaca berkali-kali atau melalui kalimat dan
kata-kata yang tidak menarik perhatian.[9]
PENUTUP
Kesimpulan
Pemasaran
adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan
nilai ekonomi. Pemasaran merupakan kegiatan untuk menyalurkan hasil produk dari
seorang produsen kepada konsumen. Yang mana dalam kegiatan ini dapat
dipengaruhi berbagai factor supaya produk yang di bawa bisa laku dan
mendapatkan laba sesuai yang di inginkan. Factor-faktor tersebut adalah :
1.
Lokasi
Usaha
Menentukan
lokasi usaha sesuai konsumen mampu / mudah untuk menjangkaunya / mendapatkan
kebutuhannya tersebut.
2.
Kualitas
Produk
Produk
mempunyai kualitas yang baik, sesuai pengakuan dari pihak yang berwenang jika
itu merupakan produk makanan atau minuman.
3.
Harga
Jual
Dalam
menentukan harga sebuah produk harus standart sesuai kehidupan para konsumen.
4.
Pelayanan
Pemasaran
Dalam pemasaran agar berjalan sesuai keinginan
dipengaruhi juga oleh pelayanannya. Jika pelayanannya baik dan memuaskan maka
produk yang ditawarkan akan meningkat, begitu juga sebaliknya.
5.
Jenis
produk yang akan di pasarkan
Produk
yang ditawarkan merupakan barang atau jasa yang sangat dibutuhkan oleh
konsumen.
6.
Merek
dan desain produk
Merek
barang serta desain dari produk tersebut dibuat menarik agar konsumen tertarik
untuk membeli
7.
Label
Produk
mempunyai label yang khusus sudah diakui supaya tidak ada unsure manipulasi
dari pihak tidak bertanggung jawab.
8.
Diskon
harga promosi
Sebagai
pengenalan produk baru yang pertama dengan melakukan harga promosi terhadap
konsumen agar mereka tertarik untuk membeli.
DAFTAR
PUSTAKA
_Dendawijaya,
Luqman. Manajemen Perbankan. Bogor : Ghalia Indonesia, 2005
_Mangkunegara,
Anwar Prabu. Perilaku Konsumen. Bandung : Refika Aditama, 1994
_S.
Redmond ,Robert. Cara Merekrut Manajer Yang Baik Dan Cara Mempertahankan
Mereka. Jakarta : Bumi Aksara, 1989
_Ton
Kertapati, Dasar-dasar Publisistik dalam Perkembangannya di Indonesia menjadi
ilmu
Komunikasi. Jakarta: Bina Aksara, 1986
[1] Anwar Prabu Mangkunegara, Perilaku Konsumen (Bandung : Refika
Aditama, 1994), 5
[2] www.wikipedia.pemasaran-ekonomi.com
[3] Ibid
[4] Luqman Dendawijaya, Manajemen Perbankan (Bogor : Ghalia Indonesia,
2005), 93
[5] www.wikipedia.pemasaran-ekonomi.com
[6] Anwar Prabu Mangkunegara, Teori Konsumen, 51
[7] Ibid, 53
[8] Ton Kertapati, Dasar-dasar Publisistik dalam Perkembangannya di
Indonesia menjadi ilmu komunikasi (Jakarta:Bina Aksara, 1986), 104
[9] Robert S. Redmond, Cara Merekrut Manajer Yang Baik Dan Cara
Mempertahankan mereka (Jakarta : Bumi
Aksara, 1989).,43







0 komentar:
Posting Komentar